CARA PENGGUNAAN MINYAK BULUS

Bagaimana Cara Penggunaan Minyak Bulus?

Meski khasiat minyak bulus asli dan minyak bulus putih sudah diulas secara spesifik, namun Anda juga perlu memperhatikan cara penggunaan yang tepat agar hasilnya maksimal serta untuk meminimalisir efek sampingnya.

Di sini Anda perlu mengetahui dosis pemakaian yang sesuai kebutuhan. Untuk minyak bulus asli yang berwarna kuning berikut cara penggunaan dan dosisnya. Ingat minyak bulus hanya digunakan untuk bagian luar tubu. Tidak disarankan untuk dikonsumsi (minum). Cara penggunaannya adalah dengan cara dioleskan.

Sebelum digunakan sebaiknya bersihkan dulu (menggunakan air bersih) bagian dan area tubuh yang ingin diberi minyak bulus. Begitu pun tangan yang digunakan untuk mengoles juga harus terjaga kebersihannya. Tujuannya tak lain agar kebersihan tetap terpelihara dan tak tercampur dengan bakteri atau kotoran pada saat minyak dioleskan.

Setelah bersih dan kering baru dioleskan minyak bulus pada area yang diinginkan. Lakukan pengolesan secara merata. Untuk luka bakar cukup dioleskan di sekitar luka. Sementara daerah wajah hanya dioleskan tipis pada bagian yang memiliki noda (jerawat atau flek hitam). Sedangkan untuk bagian payudara atau organ reproduksi oleskan secara halus dan pijat dengan lembut.

Setelah dioles dan atau dipijat lembut, biarkan zat pada minyak bulus bekerja sekitar 10 atau 20 menit.

Setelah selesai proses tersebut baru daerah atau bagian yang dioleskan minyak bulus tadi dibersihkan dengan air bersih.

Gunakan dosis minyak bulus secukupnya sesuai kebutuhan. Informasi lebih lanjut cara penggunaan dan dosis dapat dilihat pada kemasan botol minyak bulus asli.